Alasan Android Lebih Dipilih Dibanding iPhone

Dalam suatu sengketa antara Apple dan Samsung, pengadilan di Amerika Serikat membeberkan salah satu survei yang dilakukan Apple. Survei tersebut berisi alasan-alasan konsumen lebih memilih Android dibandingkan iPhone. 

Seperti dilansir situs Theverge.com, baru-baru ini, survei tersebut secara spesifik mengungkap fakta bahwa hanya 30 persen konsumen Android tertarik membeli smartphone karena layar yang lebih besar. Ini menunjukan konsumen lebih memilih Andorid bukan karena kecanggihan ponsel itu, melainkan beberapa alasan lain.  
Pertama, 48 persen responden lebih memilih Android lantaran ingin bertahan dengan operatornya saat ini yang memberlakukan sistem kontrak. Kedua, 43 persen responden lebih memilih Android karena alasan pekerjaan, dimana mereka menginginkan kesamaan ponsel dalam suatu komunitas pekerjaan. 
Sementara itu, 36 persen di antaranya memilih smartphone Android karena nama besar Google, mengingat sebagian besar Android diciptakan dari kerja sama Google dengan vendor ponsel. Sebanyak 27 persen responden menyatakan mereka tertarik dengan Android Market yang saat ini berubah menjadi Google Play. 
Selain itu, dari survei yang dilakukan pada Januari 2011, terungkap bahwa eksklusifitas iPhone dengan operator AT&T menyebabkan penjualan ponsel itu menjadi kalah saing dengan Android. Sehingga Apple mulai membuka kesempatan menggandeng operator lain, seperti Verizon dan berlanjut ke Sprint. 
Saat ini, Apple Incorporated dan Samsung Electronics tengah berjuang untuk memenangkan persidangan soal hak paten yang saling mereka klaim satu sama lain [baca: Apple dan Samsung Memanas di Australia].(BOG)


http://id.berita.yahoo.com/ini-alasan-android-lebih-dipilih-dibanding-iphone-070517924.html
 

Mencontek Ikon iPhone? Samsung Menjawab

Desainer Samsung Electronics, Jeeyuen Wang, mengatakan dirinya tidak pernah mencontek ikon pada telepon cerdas iPhone untuk telepon cerdas seri Galaxy. "Tidak pernah sama sekali," kata dia seperti diucapkan seorang penterjemah pada sidang lanjutan gugatan pelanggaran hak paten di pengadilan California, Amerika Serikat pada Selasa waktu setempat.

Menurut Wang, tim desainer Samsung mempertimbangkan sejumlah opsi ikon untuk ponsel seri Galaxy. Ini seperti gambar telpon atau ponsel untuk digunakan sebagai ikon. Namun akhirnya tim memutuskan menggunakan jenis ikon tradisional karena dianggap lebih dikenal para pengguna.
Wang, yang bekerja sebagai pegawai magang sejak masih kuliah, merupakan pegawai pertama Samsung dari Korea Selatan yang bersaksi dalam persidangan ini. Sebelumnya, kebanyakan saksi yang dipanggil Samsung adalah para ahli independen, pegawai dari kantor di Amerika.
Persidangan ini membahas gugatan Apple Inc, perusahaan pembuat komputer dan ponsel asal California, terhadap Samsung. Apple menuding Samsung sengaja meniru habis-habisan baik bentuk maupun rasa dari iPhone dan iPad untuk ponsel Galaxy S dan tablet Galaxy Tab.
Apple meminta ganti rugi US$ 2,5 miliar (sekitar Rp 24 triliun) dari Samsung. Selain itu, Apple meminta sejumlah ponsel dan tablet Samsung yang terbukti mengandung contekan bentuk maupun rasa dari desain iPhone dan iPad dilarang dijual di Amerika. 

Samsung, sebaliknya, berusaha membuktikan bahwa Apple justru melakukan pelanggaran hak paten atas sejumlah karya intelektualnya. Selain itu, perusahaan raksasa asal Korea Selatan itu juga berusaha membatalkan sejumlah hak paten yang dimiliki Apple dengan alasan tidak valid. Ini untuk membangun argumen bahwa produk ponsel Galaxy S dan Galaxy Tab tidak melanggar karya intelektual Apple. 

Kehadiran Wang pada persidangan kali ini merupakan bagian dari strategi hukum pengacara Samsung untuk menunjukkan bahwa Samsung memiliki tim desain sendiri yang berdedikasi. "Saya mungkin hanya tidur dua atau tiga jam semalam," kata Wang soal pekerjaannya.
Wang juga mengaku sulit menyusui anaknya karena beratnya beban kerja yang dialami. "Itu masa-masa sulit," kata dia. 


http://id.berita.yahoo.com/mencontek-ikon-iphone-samsung-menjawab-094536221.html